Bidat-bidat kristologis

1. Adopsianisme (mulai + th. 200). Dalam ajaran ini Yesus dianggap sebagai orang yang dipilih Allah bagi diri-Nya, seseorang yang di dalam-Nya berdiam atau tinggal ke-Allah-an dan Roh Allah. Ada beberapa pandangan mengenai kapan Yesus diadopsi menjadi Anak Allah: pada saat baptisan (Paulus dari Samosata), setelah kebangkitan dan setelah lulus pencobaan. Ayat-ayat Alkitab seperti Kis. 2:32-36 dengan gampang dibaca secara adopsianis. Pada abad ke-8 ajaran ini dihidupkan kembali oleh Felix dari Urgella (Bahan AJar Marianus T. Waang). 2. Doketisme. Dari kata Yunani dokeo, artinya ‘kelihatan, nampak seperti’. Yesus dalam paham ini disebut sebagai yang hanya ‘kelihatan’ atau ‘nampak seperti’ manusia. Ia tidak benar-benar manusia. Menurut Wayne Grudem, bidat ini sudah ada pada masa rasul Yohanis. Oleh karena seriusnya ajaran ini, maka Yohanis menulis: “Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia” (1Yoh. 4:2-3). Secara garis besar ada 2 bentuk doketisme. Yang satu mengatakan bahwa Yesus hanya ‘kelihatan’ menderita; artinya penderitaan Yesus tidak sungguh-sungguh alias pura-pura, lalu yang lain seperti yang sudah dibahas di atas: Yesus hanya kelihatan seperti manusia. (Bahan AJar Marianus T. Waang)


Belum ada Komentar untuk "Bidat-bidat kristologis "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel