Korelasi Kristologi dengan Antropologi dan Soteriologi

Kristologi berhubungan erat baik dengan Antropologi maupun Soteriologi. Di dalam Antropologi kita belajar mengenai manusia, yang diciptakan menurut gambar Allah, dibekali pengetahuan, kebenaran dan kesucian. Juga di sana kita belajar mengenai ketidaktaatan manusia dan akibatnya. Dengan kata lain, di dalam Antropologi kita belajar tentang manusia dan dosa, yang berakibat pada kematian yang kekal. Namun Allah, Pencipta yang Mahakasih, tidak mau membiarkan manusia mati karena pemberontakannya. Menurut L. Berkhof, Antropologi ‘menekankan jarak etis antara Allah dan manusia, jarak yang dihasilkan oleh kejatuhan manusia, yang tak mungkin dapat dijembatani oleh manusia maupun malaikat; dan dengan demikian yang ada hanyalah tangisan keras yang membutuhkan pertolongan ilahi’. Maka kita belajar Kristologi ‘sebagai jawaban atas tangisan tersebut. Kristologi memperkenalkan kita kepada karya Allah yang obyektif untuk menjembatani jurang pemisah yang lebar itu dan menyingkirkan jarak pemisah yang ada.’ Jawaban Allah dengan memberi Anak-Nya yang Tunggal ini, kemudian mengantar kita kepada karya Kristus, Soteriologi. Di sini kita melihat bagaimana Allah merencanakan dan melaksanakan keselamatan manusia. (Dikutip dari bahan ajar Marianus T. Waang)


Belum ada Komentar untuk "Korelasi Kristologi dengan Antropologi dan Soteriologi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel